Gotong Royong Renovasi Rumah Jama’ah, Cinta Nyata dari Keluarga Besar Masjid Al-Huda

 

Surabaya, KABAR-MU, 22 Februari  2026, 
Di tengah deretan rumah yang telah direnovasi, ditingkat, bahkan dibangun ulang dengan wajah baru, berdirilah satu rumah sederhana yang nyaris terlupakan oleh waktu. Rumah itu milik Pak Azis.

Empat puluh dua tahun lamanya rumah tersebut ditempati di Perumahan Bumi Wana Lestari, Sambikerep, Surabaya. Namun selama itu pula, atapnya tak pernah benar-benar diperbaiki. Kayu blandar telah patah, usuk dan reng melengkung dimakan usia. Plafon kamar jebol dan runtuh. Setiap kali hujan turun, bukan hanya air yang menetes, tetapi juga kekhawatiran akan keselamatan.

Lebih dari sebulan terakhir, Pak Azis (66 tahun) dan istrinya memilih tidur di ruang tamu. Bukan karena ingin, tetapi karena kamar mereka tak lagi aman untuk ditempati.

Upaya mengajukan bantuan bedah rumah telah dilakukan. Harapan disampaikan. Doa dipanjatkan. Namun jawaban belum juga datang.

Ketika Kepedulian Menjadi Gerakan

Kabar itu sampai ke telinga jamaah Masjid Al-Huda. Hati-hati pun tergerak. Tanpa banyak kata, tanpa menunggu lama, gerakan sedekah diluncurkan.

Subhanallah, hanya dalam dua hari, dana yang dibutuhkan terkumpul. Bukan karena jumlahnya kecil, tetapi karena hati yang memberi begitu besar.

Perbaikan segera dimulai. Plafon yang jebol diganti dengan kalsiboard yang kokoh. Teras diperkuat dengan galvalum dan spandeks agar lebih tahan terhadap hujan dan panas. Semua dilakukan dengan satu niat: menghadirkan kembali rasa aman bagi sepasang suami istri yang telah lama bersabar.

Pekerjaan dilakukan oleh tukang Sandi dan dibantu Sukri, dengan penuh tanggung jawab. Dalam tiga hari—Kamis, 19 Februari hingga Sabtu, 21 Februari 2026—rumah itu kembali berdiri dengan lebih layak. Total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp4.500.000, namun nilai kepedulian yang tercurah tentu tak terhitung.

Awalnya perbaikan direncanakan menunggu hujan reda. Namun melihat kondisi atap yang berisiko roboh, keputusan diambil: keselamatan lebih utama daripada menunggu cuaca bersahabat.

Air Mata Syukur

Saat perbaikan selesai, tak ada kata yang mampu sepenuhnya mewakili perasaan Pak Azis dan istrinya. Mata mereka berkaca-kaca. Suara bergetar menahan haru.

“Kami benar-benar merasakan manfaat keberadaan Masjid Al-Huda bagi umat,” ucap Pak Azis lirih.

Ketua Takmir Masjid Al-Huda, Bapak H. Ir. Isgianto, MT, pun menyampaikan bahwa inilah makna sesungguhnya dari kebersamaan jamaah—ketika masjid bukan hanya tempat sujud, tetapi juga tempat berbagi beban kehidupan.

Masjid yang Hidup karena Kepedulian

Peristiwa ini mengajarkan kita bahwa masjid yang hidup bukan hanya yang ramai oleh shaf shalat, tetapi juga yang hangat oleh kepedulian.

Gotong royong ini bukan sekadar memperbaiki atap dan plafon. Ia memperbaiki harapan. Ia menguatkan persaudaraan. Ia menegaskan bahwa umat ini masih saling menjaga.

Semoga setiap rupiah yang terinfak, setiap tenaga yang tercurah, dan setiap doa yang terpanjat menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

Karena sejatinya, ketika satu rumah diperbaiki bersama, yang sedang dibangun adalah kemuliaan hati seluruh jamaah. By. Rusyadi Warianto

Posting Komentar untuk "Gotong Royong Renovasi Rumah Jama’ah, Cinta Nyata dari Keluarga Besar Masjid Al-Huda"