Surabaya, KABAR-MU.COM_Tidak banyak yang mampu bertahan lintas generasi. Namun Pengajian Ahad Pagi RW07 Sambiroto, yang bermula tahun 1985, telah menempuh perjalanan 40 tahun dengan lebih dari 1.040 kali pertemuan. Sebuah bukti nyata bahwa dakwah yang dilakukan dengan kesungguhan dan kebijaksanaan akan melahirkan peradaban keagamaan yang kuat di tengah masyarakat.
Dakwah yang Menghidupkan Kesadaran Beragama
Pada awalnya, perumahan ini ditempati oleh karyawan Perum Perhutani Unit II Jawa Timur. Latar belakang keagamaan warga sangat beragam, banyak yang masih tergolong “Islam Abangan”, dan suasana sosial saat itu belum kondusif—anak mudanya banyak menghabiskan waktu di perempatan jalan, bahkan hingga mengonsumsi minuman memabukkan.
Namun dakwah tidak bekerja secara instan. Sedikit demi sedikit, kajian demi kajian menembus relung hati, membuka kesadaran, mengubah perilaku, hingga akhirnya menata wajah keagamaan warga RW07 Sambiroto menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.
Inilah Pengajian yang Marketable
Pengajian Ahad Pagi RW07 Sambiroto diterima oleh semua kalangan: Ibu-ibu, Bapak-bapak, Remaja, Anak-anak, Para lansia
Mulai dari hanya 50 jama’ah, kini berkembang menjadi sekitar 300 jama’ah setiap pertemuan.
Ciri khas pengajian ini:
Lokasi bergilir dari RT ke RT (15 RT / korwil), bahkan dari rumah ke rumah, sehingga setiap rumah pernah ketempatan.
Berada dalam naungan RW07 Sambiroto melalui Seksi Kerohanian Islam, bukan takmir masjid atau organisasi dakwah tertentu. Pergantian ketua RW tidak pernah menghentikan kegiatan ini; justru semakin memperkuat kontinuitas dakwah.
Semua unsur punya peran:
Pemuda menyiapkan perlengkapan setiap dua pekan. MC dari generasi muda, bergiliran. Qari’ dari anak-anak RW07. Lansia sebagai penerima tamu. Ibu-ibu muda menyiapkan konsumsi. Kolaborasi antargenerasi inilah yang membuat pengajian ini terus hidup dan “marketable”.
Momentum Besar Silaturrahim
Pengajian Ahad Pagi menjadi tempat bertemunya seluruh warga dari berbagai RT. Bagi bapak-bapak, mungkin masih bertemu setiap Jum’at di masjid.Tetapi bagi ibu-ibu, inilah momen emas untuk saling menyapa, bertemu, melepas rindu, dan merawat ukhuwah.
Kolaborasi yang Berkemajuan
Pada periode kepemimpinan Bapak Muzayyin Hambali, pengajian ini semakin berkembang dengan menggandeng dua masjid besar di RW07 Sambiroto: Masjid Al-Huda Sambiroto dan Masjid Ainul Yaqin
Dalam sambutannya, Ketua Takmir Masjid Al-Huda, Ir. Isgiyanto, MT menyampaikan bahwa masjid ini telah Menjuarai Masjid Award tingkat DMI Jawa Timur. Menjadi objek penelitian mahasiswa UNAIR, ITS, UNESA. Tahun ini kembali mengikuti Masjid Award dan sedang menunggu hasil penilaian
Sebuah bukti bahwa kolaborasi RW dan masjid dapat melahirkan gerakan dakwah yang kuat dan modern.
Pengajian yang Menggembirakan
Hari ini, KH. M. Ali Misbahul Munir kembali hadir mengisi kajian dengan tema:
“7 Golongan yang Mendapat Naungan dari Allah SWT”
Beliau sudah lama membersamai pengajian ini. Dengan gaya ceramah yang sejuk, humoris, dan menggembirakan, satu jam terasa begitu cepat.
Belasan doorprize turut menambah kebahagiaan jama’ah—siapa pun yang menjawab mendapatkan hadiah; bahkan mengacungkan tangan saja sudah diberi hadiah. Sebuah bentuk apresiasi sederhana namun sangat efektif membangun suasana ceria.
40 Tahun, 1.040 Pertemuan, dan Peradaban yang Tumbuh** Ahad Pagi RW07 Sambiroto bukan sekadar pengajian.
Ia adalah ruang bertumbuh, wadah silaturrahim, dan institusi sosial-keagamaan yang telah berhasil membentuk budaya beragama yang kuat, ramah, dan berkemajuan.
Dari lingkungan yang awalnya sederhana, kini lahir masyarakat yang:Religius, Guyub,Bersinergi, Peduli dakwah, Bersama-sama, membangun peradaban ummatSemoga Allah menjaga keberkahan ini hingga generasi berikutnya.


Posting Komentar untuk "40 Tahun Ahad Pagi RW07 Sambiroto, "Berhasil" Membangun Peradaban Ummat"