Sidoarjo, KABAR-MU.COM -- Cita-cita besar Kiai Ahmad Dahlan mengenai bangsa sehat kembali digaungkan oleh Menteri Kesehatan RI dalam forum Konsolidasi Nasional Majelis Kesehatan ‘Aisyiyah Batch 7 yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo pada Ahad, 9 November 2025. Menkes menegaskan bahwa gagasan pendiri Muhammadiyah tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga panduan moral yang relevan untuk menjawab tantangan kesehatan bangsa hari ini.
Lebih dari seabad lalu, Kiai Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah dengan visi membangun masyarakat berkemajuan yang sehat jasmani dan rohani. Bagi beliau, kesehatan bukan sekadar urusan medis, melainkan fondasi peradaban: sehat berarti mampu beribadah dengan baik, bekerja produktif, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Pandangan ini lahir dari keprihatinan atas kondisi masyarakat pada masa kolonial, di mana akses kesehatan sangat terbatas. Karena itu, pendidikan, pelayanan sosial, dan kesehatan dipandang sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Menkes menilai gagasan tersebut tetap relevan di era modern. Tantangan kesehatan masyarakat saat ini—mulai dari stunting, penyakit menular, penyakit tidak menular, hingga pola hidup yang belum sehat—membuktikan bahwa cita-cita bangsa sehat merupakan kebutuhan mendesak. Menurut Menkes, “Bangsa yang sehat adalah syarat utama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Tanpa kesehatan, pendidikan dan produktivitas tidak akan optimal.”
Sebagai organisasi yang lahir dari gagasan Kiai Ahmad Dahlan, Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah terus berperan aktif dalam bidang kesehatan. Jaringan rumah sakit dan klinik Muhammadiyah yang tersebar di berbagai daerah menjadi bukti nyata komitmen terhadap cita-cita pendiri. Tidak hanya melayani umat, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas jangkauan layanan kesehatan. Menkes menegaskan, “Kolaborasi antara pemerintah, Muhammadiyah, dan ‘Aisyiyah adalah contoh sinergi yang perlu diperkuat agar cita-cita bangsa sehat lebih mudah diwujudkan.”
Narasi ini mengingatkan kembali bahwa kesehatan adalah gerakan sosial, bukan hanya urusan fasilitas medis. Masyarakat yang melek kesehatan, tenaga kesehatan yang berdaya, layanan yang merata, dan kebijakan yang berkeadilan merupakan satu tarikan nafas. Di tingkat akar rumput, budaya hidup bersih, gizi seimbang, aktivitas fisik, dan deteksi dini menjadi kunci mengurangi beban penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup.
Refleksi atas cita-cita Kiai Ahmad Dahlan menuntun kita pada harapan yang konkret: generasi muda yang peduli, komunitas yang aktif, dan kepemimpinan yang memihak kesehatan publik. Dengan gotong royong lintas sektor, inovasi berbasis data, dan kepatuhan pada etika pelayanan, visi bangsa sehat dapat terus bergerak dari wacana menjadi kenyataan.

Posting Komentar untuk "Cita-cita Kiai Ahmad Dahlan tentang Bangsa Sehat Masih Relevan Hingga Kini "